Selasa, 24 Desember 2013

Aliran hellenisme romawi

BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang Masalah
Setelah filsafat Yunani klasik mencapai puncaknya dengan munculnya Aristoteles, maka setelah Aristoteles meninggal dunia, pemikiran filsafat Yunani merosot. Karena lima abad sepeninggal Aristoteles terjadi kekosongan, sehingga tidak ada ahli piker yang menghasilkan buah pemikiran filsafatnya seperti Plato atau Aristoteles, sampai munculnya filosof Plotinus (204-270 SM). Menurut sejarah filsafat, masa ini (sesudah Aristoteles) disebut zaman Hellenisme.
Filsafat Hellenisme ini dimulai pada pemerintahan Alexander Agung (356-23 SM) atau Iskandar Zulkarnaen raja Mecedonia. Pada zaman ini terjadi pergeseran pemikiran filsafat, dari filsafat teoritis menjadi filsafat praktis.
Hellenisme di bagi menjadi dua fase, yaitu fase Hellenisme dan fase Hellenisme Romawi. Pada fase Hellenisme Romawi, meskipun keseluruhan masa Hellenisme Romawi memiliki corak yang sama, apabila menigingat perkembagannya, maka dapat dibagi menjadi tiga masa, dan tiap-tiap masa memiliki corak tersendiri.
2.      Rumusan Masalah
Dari makalah yang kami buat ini, yang dapat kami paparkan adalah sebagai berikut:
1.      Apa Pengertian hellenisme itu?
2.      Aliran-aliran apa sajakah yang terdapat pada fase hellenisme romawi?


BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Hellenisme
                  Hellenisme diambil dari bahasa Yunani kuno Hellenizein yang berarti “berbicara atau berkelakuan seperti orang Yunani”. Hellenisme secara klasik: yaitu kebudayaan Yunani yang berkembang pada abad ke-6 dan ke-5 SM. Hellenisme secara umum: istilah yang menunjukkan kebudayaan yang merupakan gabungan antara budaya Yunani dan budaya Asia kecil, Syiria, Metopotamia, dan mesir yang lebih tua. Lama periode ini kurang lebih 300 tahun, yaitu mulai 323 SM (masa Alexander Agung atau meninggalnya Aristoteles) hingga 20 SM. Hellenisme ditandai dengan fakta bahwa perbatasan antara berbagai negara dan kebudayaan menjadi hilang. Kebudayaan yang berbeda yang ada di jaman ini melebur menjadi satu yang menumpang gagasan-gagasan agama, politik, dan ilmu pengetahuan.
                  Hellenisme di bagi menjadi dua fase, yaitu fase Hellenisme dan fase Hellenisme Romawi. Fase Hellenisme adalah fase yang ketika pemikiran filsafat hanya dimiliki oleh orang-orang Yunani. Adapun fase Hellenisme Romawi ialah fase yang datang sesudah fase Hellenisme, dan meliputi semua pemikiran filsafat yang ada pada masa kerajaan Romawi, yang ikut serta membicarakan peninggalan pikiran Yunani, antara lain pemikiran Romawi di Barat dan di Timur yang ada di Mesir dan di Siria. Fase ini dimulai dari akhir abad ke-4 Sebelum Masehi sampai pertengahan abad ke-6 Masehi di Bizantium dan Roma.[1]

2.      Aliran-aliran hellenisme romawi
                  Pada fase Hellenisme-Romawi, meskipun keseluruhan masa hellenisme-romawi mempunyai corak yang sama, apabila mengingat perkembangannya, maka dapat dibagi menjadi tiga masa, dan tiap-tiap masa mempunyai corak tersendiri.
                  Masa pertama, dimulai dari empat abad sebelum masehi. Aliran-aliran yang terdapat di dalamnya ialah:

1.      Aliran Stoa (Ar-Riwaqiyyah) dengan Zeno sebagai pendirinya (366-264 SM). Ia mengajarkan agar manusia jangan sampai bisa digerakkan oleh kegembiraan atau kesedihan (jadi tahan diri dalam menghadapinya) dan menyerahkan diri tanpa syarat kepada suatu keharusan yang tidak bisa ditolak dan yang menguasai segala sesuatu.
2.      Aliran epicure, dengan epicurus sebagai pendirinya (341-271 SM). Aliran ini mengajarkan bahwa kebahagian manusia merupakan tujuan utama.
3.      Aliran skiptis (ragu-ragu), dengan Pyrrhe (360-270 SM). Aliran skeptis mengajarkan bahwa untuk sampai pada kebenarannya, manusia harus percaya dulu bahwa segala sesuatu itu tidak benar,  kecuali sesudah dapat dibuktikan kebenarannya. Ajaran lain ialah bahwa pengetahuan manusia adalah tidak akan sampai pada kebenaran, atau dengan perkataan lain mengingkari kebenaran mutlak (objektif).[2]
4.      Aliran eliktika-pertama (aliran seleksi), suatu kecenderungan umum yang mengambil berbagai unsur, filsafat dari aliran-aliran lain tanpa berhasil mencapai suatu pemikiran yang sungguh-sungguh.[3]
                  Masa kedua, dimulai  dari pertengahan abad sebelum masehi sampai pertengahan abad ketiga masehi. Masa kedua memiliki corak dan karakter pemikiran pada tahap ini adalah upaya seleksi dan penggabungan, yaitu memilih beberapa filsafat kuno dan menggabungkan pikiran-pikiran itu pada satu pihak. Aliran ini terkenal sengan adaya ulasan-ulasan ilmiah terhadap kajian filsuf yunani. Aliran yang terdapat pada masa ini ialah:
1.      Aliran Peripateki Terakhir
2.      Aliran Stoa Baru, yaitu aliran yang melanjutkan ajaran Zeno, Cleanthes dari Asses pengganti langsung dari zeno. Setelah Cleanthes pimpinan stoa Baru diganti Crhysippus 280-207 SM. Chrysippus membuat logika menjadi fundamentatif. Ia mengatakan bahwa filsafat adalah seperti suatu taman bunga dimana logika merupakan dinding pagar, ilmu fisika menjadi tanamannya dan etika menjadi buahnya.
3.      Aliran Epicure Baru
4.      Aliran Pythagoras
5.      Aliran Filsafat Yahudi dan Plato
                  Masa  ketiga, dimulai dari abad ketiga Masehi sampai pertengahan abad keenam Masehi di Bizantium dan Roma, atau  sampai pertengahan abad ketujuh atau kedelapan di Iskandariah dan timur dekat (asia kecil). Pada masa ketiga ini, kita mengenal aliran-aliran; (1) neoplatonisme; (2) iskadariyah; (3) filsafat diasia kecil, yang terdapat di antiochia, harran, ar-ruha, dan nissibis. Aliran-aliran ini merupakan kegiatan terakhir menjelang timbulnya “aliran bagdad” yaitu aliran filsafat islam.
                  Neoplatonisme dimana Plotinus sebagai tokohnya. Filsafat ini muncul kurang lebih 5 abad sesudah Aristoteles meninggal dunia. Filsafat Neoplatonisme merupakan perpaduan antara filsafat Plato (Ide kebaikan tertinggi) dengan diberi penekanan kepada upaya pencarian pengalaman batiniah untuk menuju ke kesatuan Tuhan (Yang Esa).[4] Ajaran Plotinus berfokus pada 3 kajian yaitu Tuhan (The One), akal (Intellect), jiwa (Soul). Tuhan adalah sumber wujud emansi. Dia merupakan objek yang tak terpahami dan semua bergerak memujaNya. Tuhan dan materi adalah dua kurub utama alam semesta. Tuhan sebagai kekuatan aktif dan alam sebagai penerima pasif. Materi tidak mempunyai realitas hakiki (mumkin Al wujud) dengan sendirinya. Dan hanya ada satu prinsip tertinggi yaitu Tuhan (wajib al wujud). Tuhan adalah satu:Esa dan dia tidak terbagi-bagi.
                  Aliran Iskandariyah, mempunyai corak tersendiri yang lain dari aliran Neoplatonisme, meskipun aliran tersebut memberikan ulasan-ulasan terhadapnya. Perhatian aliran Iskandariyah lebih banyak ditujukan kepada lapangan eksakta, seperti matematik, fisika, dari pada kepada metafisika.
                    Diantara aliran-aliran filsafat dari masa ketiga, neoplanisme-lah yang paling banyak pengaruhnya terhadap filsafat islam.
                   Aliran neoplatonisme merupakan rangkaian terakhir atau rangkain sebelum terakhir dari fase hellenisme-romawi, yaitu fase mengulang yang lama dan bukan fase mencipta yang baru. Neoplatonisme ini juga masih berkisar pada filsafat yunani, tasawuf timur yang meramu dari masa filsafat yunani serta menggabungkannya. Oleh karena itu, di dalamnya terdapat  ciri-ciri filsafat yunani yang kadang-kadang bertentangan agama- agama langit, yaitu agama yahudi dan agama masehi, karena dasar filsafat tersebut ialah kepercayaan rakyat yang memepercayai sumber kekuasaan yang banyak. Karena sistem pilihan ini pula, di dalam neoplatonisme terdapat unsur-unsur platoisme, Phthagoras, Aristoteles, Stoa, dan manusia, religiusitas dan keberhalaan.


[1]
[2] Filsafat yunani hal 77-79
[3] Drs. Surajiyo, lmu filsafat suatu pengantar .Jakarta:PT Bumi Aksara.  Hal 155
[4] Op.cit hal 80-81

rumus 16 tenses dan contohnya

heloooo,,,, Bagi teman teman yang mau belejar tenses yang jumlahnya 16 sekarang tinggal

lihat saja rumus rumus beserta contohnya yang sudah tersedia di bawah ini


PRESENT TENSES*Rumus:


1) Positif (+) = S+V1(es/s)+O2) Negatif (-) = S+Do/does+Not+V1+O3) Introgatif(?) =Do/does+S+V1+O

*Example:1. (+) He writes a letter every month(-) He doesn’t writes a letter every month(?) Dors he writes a letter every month?2. (+) She teaches English every week

(- ) She doesn’t teaches English every week

(?) Does she teaches English every week?

3.(+) They studys matematic every day

(- ) They don’t studys matematic every day

(?) Do they studys matematic every day?

4.(+) She works in the office every Monday to Saturday

(- ) She doesn’t works in the office every Monday to Saturday

(?) Does she works in the office every Monday to Saturday?

5.(+) They go to Jakarta every years

(- ) They don’t go to Jakarta every years

(? ) Do they go to Jakarta every years?

B.FUNGSI PRESENT TENSES1. Dilakukan untuk melakukan perbuatan kebiasaan:Ex:(+) He is works every day(-) He is not works every day(?) Is he works every day?

2. Digunakan untuk menyatakan suatu kebenaran umum:

Ex:(+) A week has seven day

(-) A week has not seven day

(?) Has a week seven day?

C. Time Signal1. UsuallyEx: I usually get up at 5 o’clock2. AlwaysEx: I always drink milk

3. Often

Ex: I often goes to my grand mother house

4. Generally

Ex: A rectangular has four corner

5. Seldom

Ex: She seldom goes to school by car

2. PRESENT CONTINOUS TENSES*Rumus:1. Positif : S+V.ing+O2. Negatif : S+do/does+not+V1+O3. Introgatif : Do/does +S+V1+O

*Example:1. (+) I am teaching English at the first grade of SMK IMMANUEL 2(-) I am not teaching English at the first grade of SMK IMMANUEL 2(?) Am I teaching Englidh at the first grade of SMK IMMANUEL 2?2. (+) you are writing present continous now

(-) you are not writing present continous now

(?) are you writing present continous now?

3. (+) we are learning tenses now

(-) we are not learning tenses now

(?) are we learning tenses now?

4. (+) I am going to school now

(-) I am not going to school now

(?) Am I going to school now?

5. (+) John and James are running now

(-) John and James are not running now

(?) are john and james running now?

B. FUNGSI PRESENT CONTINOUS TENSEa. Digunakan untuk menyatakan perbuatan yang sedang terjadiEx: (+) I am going to Jakarta Now(-) I am not going to Jakarta now(?) Am I going to Jakarta now?

b. Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang bersifat sementara

Ex: (+) Purba is writing now but he will explain soon

(-) Purba is not writing now but he will explain soon

(?) Is Purba writing now but he will explain soon?

C.TIME SIGNAL1. TodayEx : Iam today teaching English2. Right nowEx : Rini is working right now

3. When

Ex : Rina is coming hear when I go to park

4. Now

Ex : Roy is going to Bandung now

5. Still

Ex : He is still angry to me

3. PAST TENSES*Rumus:1. Positif (+) : S+V2+ONegatif (-) : S+Did not+V2+OIntrogatif (?): Did+S+V2+O

*Example:1. (+) Sarah invite me last week(-) Sarah did not invite last week(?) Did Sarah invite last week?2. (+) I went to Jakarta yesterday

(-) I went not to Jakarta yesterday

(?) went I to Jakarta yesterday?

3. (+) You watch tv last week

(-) You did not watch tv last week

(?) Did you watch tv last week?

4. (+) I wrote letter to her last week

(-) I wrote not letter her last week

(?) Wrotw I letter her last week?

5. (+) It rain since at five o’clock

(-) It did not rain since at five o’clock

(?) Did it rain since at five o’clock?

B. FUNGSI PENGGUNAAN PAST TENSESDigunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang dimulai dan kejadian ituberakhir , pada masa yang lampau. Dan sampai sekarang ini , sudah tidak ada hubungannya lagi. Kejadian yang lampau itu, baik dilakukan secara berkali-kali atau sekali.Ex: (+) I went yesterday(-) I did not went yesterday(?) Did I went yesterday?

C. TIME SIGNAL1. Last YearEx: I went to Yogjakarta last year2. YesterdayEx: Dini went to my home yesterday

3. Last Week

Ex: I fineshed my worked lasr week

4. Ago

Ex: She taught English three days ago

5. Last Saturday

Ex: I went to here last Saturday

4. PAST CONTINOUS TENSES*Rumus:1. Positif (+): S+was/were+vVing+O2. Negatif (-): S+was/were+not+v.ing+o3. introgatif (?): was/were+S+v.ing+o

*Examp;e:1. (+)The third year student were sitting behind the teacher’s now yesterday(-) The third year student were not sitting behind the teacher’s now yesrterday(?) Were the third year student sitting behind the teacher’s now yesterday?2. (+) He was playing football yesterday

(-) He was not playing football yesterday

(?) was he playing football yesterday?

3. (+) They were working in the office yesterday

(-) They were not working in the office yesterday

(?) Were they working in the office yesterday?

4. (+) Tuti was reading a novel when I come yesterday

(-) Tuti was not reading a novel when I come yesterday

(?) was Tuti reading a novel when I come yesterday?

5. (+) They were studying Biologi at ten O’clock last Friday

(-) They were not studying Biologi at ten o’clock last Friday

(?) were they studying Biologi at temn o’clock last Friday?

B. FUNGSI PENGGUNAAN PAST CONTINOUS TENSESa. Digunakan untuk menyatakan dua kejadian yang sedang berlangsungdalam waktu yang bersamaan di masa yang lampau.Ex: (+) I was going to garden when it began to rain(-) I was not going to garden when it began to rain(?) Was I going to garden when it gegan to rain?

b. Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang sedang berlangsung pada masa yang lampau.

Ex: (+) at three o’clock last week, She was reading

(-) at three o’clock last week,She was not reading

(?) at three o’clock last week,was she reading?

c. Bentuk ini, juga digunakan untuk menyatakan dua kejadian yang bersamaan waktu dan berlangsung lama pada masa yang lampau.

Ex: (+) I was reading a book, while Ani writing a letter

(-) I was not reading a book,while Ani writing a letter

(?) Was I reading a book,while Ani writing a letter?

C. TIME SIGNAL1. Last WeekEx: at seven o’clock last week2. YesterdayEx: all day yesterday

5. SIMPLE FUTURE TENSES*Rumus:1. Positif (+): S+shall+/will+V1+O2. Negatif(-): S+shall/will+not+V1+O3. Introgatif (?): Shall/will+S+V1+O

*Example:1. (+) He will go to Pasir Panjang tomorrow morning(-) He will not go to Pasir Panjang tomorrow morning(?) Will he go to pasir Panjang tomorrow morning?2. (+) I shall study hard next mounth

(-) I shall not study hard next mounth

(?) Shall I study hard next mounth?

3. (+) I am go to Singkawang tomorrow

(-) I am not go to Singkawang tomorrow

(?) Am I ga to Sngkawang tomorrow?

4. (+) She will write this lesson next week

(-) She will not write this lesson next week

(?) will She write this lesson next week?

B. FUNGSI SIMPLE FUTURE TENSESa. digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang akan dilakukan.Ex: (+) I shall go to Surakarta tomorrow(-) I shall not go to Surakarta tomorrow(?) Shall I go to Surakarta tomorrow?

b. Juga bisa digunakan untuk menyatakan syatu janji.

Ex: (+) I shall give you book tomorrow

(-) I shall not give you book tomorrow

(?) Shall I give you book tomorrow?

c. Digunakan untuk menyatakan suatu janji,tapi dengan syarat:

Ex: (+) Your mother will give you a new car if you past your exams

(-) Your mother will not give you a new car if you past your exams

(?) Will your mother give you a new car if you past your exams?

d. Digunakan untuk menyantksan meminta tolong kepada seseorang.

Ex: (+) you will help me lift this table

(-) You will not help me lift this table

(?) Will you help me lift this table?

C. TIME SIGNAL1. TomorrowEx: I shall work tomorrow2. next weekEx: I shall teach next week

3. Next Mounth

Ex: He will study in here next mounth

6. PAST FUTURE TENSES*Rumus:1. Positif (+): S+should/would+V1+O2. Negatif (-): S+should/would+not+V1+O3. Introgatif (?): Should/would+S+V1+O

*Example:1. (+) I should go to Mojosari next day(-) I should not go to Mojosari next day(?) Should I go to Mojosari next day?2. (+) He would by a car the day before

(-) He would not by a car the day before

(?) Would He by a car the day before?

3. (+) He would come if you invited him

(-) He would not come if you invited him

(?) Would he come if you invited him?

4. (+) You would give me this pen last Saturday

(-) You would not give me this pen last Saturday

(?) Would you give me this pen last Saturday?

5. (+) She would have breakfast before at seven

(-) She would not have breakfast before at seven

(?) Would she have breakfast before at seven?

B. FUNGSI PAST FUTURE TENSESDigunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang akan dilakukan pada masa lampau.Ex: (+) I should go to England last year(-) I should not go to England last year(?) Should I go to England last year?

C. TIME SIGNAL1. Last yearEx: He would go to Semarang last year2. Last weekEx: They would trip a Paris last week

3. Before

Ex: I should by a car the day before

4. Next day

Ex: She should go to Riau next day

5. Invited

Ex: They would come if you invited him

7. PRESENT PERFECT TENSES*Rumus:1. Posituf (+) : S+have/has+V3+O2. Negatif (-) : S+have/has+not+V3+O3. Introgatif (?): Have/has+S+V3+O

*Example:1. (+) We have learned English for two years(-) We have not learned English for two years(?) Have we learned English for two years?2. (+) She has taught English since 1988

(-) She has not taught English since 1988

(?) Has she taught English since 1988?

3. (+) He has been to Jakarta before

(-) He has not been to Jakarta before

(?) Has he been to Jakarta before?

4. (+) He has a written a letter for thirty minutes

(-) He has not a written a letter for thirty minutes

(?) Has he a written a letter for thirty minutes?

5. (+) I have just spoken to him

(-) I have not just spoken to him

(?) Have I just spoken to him?

B. FUNGSI PRESENT PERFECT TENSESa. Digunakan untuk menyatakan suatu kejadian di masa yang lampau tanpa menyebutkan waktu yang khusus (tertentu).Ex: (+) I have gone to school(-) I have not gone to school(?) Have I gone to school?

b. Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan di masa lampau dan kegiatan masih berlangsung sampai saat ini.

Ex: (+) I have learned in the Immanuel school since 2000

(-) I have not learned in the Immanuel school since 2000

(?) Have I learned in the Immanuel school since 2000?

c. Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang baru saja telah terjadi.

Ex: (+) I have just read my book

(-) I have not just read my book

(?) Have I just read my book?

C. TIME SIGNAL1. AlreadyEx: have had breakfast already2. Three TimesEx: I have been drink medicine three times a day

3. Finally

Ex: finally, He has started to finally

8. PAST PERFECT TENSES*Rumus:1. Positif (+): S+had+V3+O2. Negatif (-): S+had not+V3+o3. Intrigattif (?):Had+S+V3+O

*Example:1. (+) The train had left before I arrived(-) The train had not left before I arrived(?) Had the train left before I arrived?2. (+) I had copied the lesson before she come home

(-) I had not copied the lesson before she come home

(?) Had I copied the lesson before she come home?

3. (+) I had come home before I week three

(-) I had not come home before I week three

(?) Had I come home before I week three?

4. (+) I had written this lesson before he called me

(-) I had not written a lesson before he called me

(?) Had I written a lesson before he called me?

5. (+) When my brother arrived, I had painted my car

(-) When my brother arrived, I had not painted my car

(?) When my brother arrived, had I painted my car?

B. FUNGSI PAST PERFECT TENSESa. Digunakan untuk menyatakan kejadian yang selesai sebelum kejadian lain terjadi dimasa lampau.Ex: (+) I had come home before I when three(-) I had not come home before I when three(?) Had I come home before I when three?

b. Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang terjadi sebelum waktu tertentu dimasa yang lampau.

Ex: (+) By the end of the mounth, she had lived here

(-) By the end of the mounth, she had not lived here

(?) Had by the end of the mounth, she lived here?

C. TIME SIGNAL1. OnEx: On sunday morning, I painted my car2. WhenEx: When my brother arrived, I had painted my car

3. Before

Ex: The train had left before I arrived

4. After

Ex: She told me her name after I had asked her twice

9. FUTURE CONTINOUS TENSES*Rumus:1. Positif (+): S+shall/will+be+Ving+O2. Negatif (-): S+shall/will+not+be+Ving+O3. Introgatif (?): Shall/will+S+be+ving+O

*Example:1. (+) I shall be waiting for you in this station at four(-) I shall not be waiting for you in this station at four(?) Shall I be waiting for you in this station at four?2. (+) I shall be studying at this time tomorrow

(-) I shall not be studying at this time tomorrow

(?) Shall I be studying at this time tomorrow?

3. (+) I shall be waiting for you in this airport at three o’clock tomorrow evening

(-) I shall not be waiting for you in this airport at three o’clock tomorrow evening

(?) Shall I be waiting for you in this airport at three o’clock tomorrow evening?

4. (+) He will be working at this time tomorrow

(-) He will not be working at this time tomorrow

(?) Will he be working at this time tomorrow?

5. (+) She will going to be school together at seven o’clcok tomorrow

(-) She will not going to be school together at seven o’clock tomorrow

(?) Will she going to be school together at seven o’clock tomorrow?

B.FUNGSI FUTURE CONTINOUS TENSESa. Digunakan untuk menyatakan suatu rencana, yang dilaksanakan mendatang.Ex: (+) I will be going to Pantai Prambanan tomorrow(-) I will not going to Pantai Prambanan tomorrow(?) Will I going to Pantai Prambanan tomorrow?

b. Untuk menyatakan suatu perbuatan akan dilakukan dengan waktu tertentu, pada masa mendatang.

Ex: (+) I shall be writing a letter at seven o’clock tomorrow

(-) I shall not be writing a letter at seven o’clock tomorrow

(?) Shall I be writing a letter at seven o’clock tomorrow?

C. TIME SIGNAL1. At nine a o’clock tomorrowEx: I shall be working at nine a o’clock tomorrow morning2. At this time next yearEx: at this time next year, Peter will be traveling in Japan

10. PRESENT PERFECT CONTINOUS TENSES*Rumus:1. Positif (+): S+have/has+been+Ving+O2. Negatif (-): S+have/has+not+been+Ving+O3. Itrogatif (?): Have/has+S+been+Ving+O

*Example:1. (+) I have been going to Pantai Samudra for my holiday since 2002(-) I have not going to Painting Samudra for my holiday since 2002(?) Have I going to Pantai Samudra for my holiday since 2002?2. (+) Mr.Burhanudin Simanjuntak has been teaching at SMK IMMANUEL 2 since 2003

(-) Mr.Burhanudin Simanjuntak has not been teaching at SMK IMMANUEL 2 since 2003

(?) Has Mr.Burhanudin Simanjuntak been teaching at SMK IMMANUEL 2 since 2003?

3. (+) She has been painting every day for a long time

(-) She has not painting every day for a long time

(?) Has she painting every day or along time?

4. (+) It has been raining since at six o’clock

(-) It has not been raining since at six o’clock

(?) Has it been raining since at six o’clock?

5. (+) The girl has been crying since he was a child

(-) The girl has not been crying since he was a child

(?) Has the girl been crying since has was a child?

B. FUNGSI PRESENT PERFECT CONTINOUS TENSESa. Digunakan untuk mnyatakan suatu perbuatan yang menjadi kebiasaan pada masa yang lampau, dan perbuatan itu masih berlangsung hingga saat ini.Ex: (+) I have been going to my grandmother home for my holiday since 1990(-) I have not been going to my grandmother home for my holiday since 1990(?) Have I been going to my grandmother home for my holiday since 1990?

b. Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang telah terjadi dimasa lampau dan akan berlangsung sampiai sekarang.

Ex: (+) I have been studying here since 2000

(-) I have not been studying here since 2000

(?) Have I been studying here since 2000?

C. TIME SIGNAL1. SinceEx: We have been waiting for you since ne o’clock2. ForEx: She has been studying English for over five tears

3. This mounth

Ex: I have been studying at his place this mounth

11. PAST PERFECT CONTINOUS TENSES*Rumus:1. Positif (+): S+had+been+vVng+O2. Negatif (-) :S+had+not+been+Ving+O3. Introgatif (?): Had+s+been+ving+o

*Example:1. (+) Dodi had been looking for the girl for a year before he applied her(-) Dodi had not been looking for the girl for a year before heapplied her(?) Had Dodi been looking for the girl for a year before he applied her?2. (+) I had been playing a football when they came

(-) I had not been playing a football when they came

(?) Had I been playing a football when they came?

3. (+) She had been cooking a vegetable when he came

(-) She had not been cooking a vegetable when he came

(?) had she been cooking a vegetable when he came?

4. (+) When I came, his father had been leaving for six hours

(-) When I came, his father had not been leaving for six hours

(?) When I came, had his father been leaving for six hours?

5. (+) I had been waiting for you since at seven o’clock

(-) I had not been waiting for you since at seven o’clock

(?) Had I been waiting for you since at seven o’clock?

B. FUNGSI PASTPERFECT CONTINOUS TENSESDigunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang berlangsung lamasebelum kejadian yang lain di masa yang lampau juga.Ex: (+) I had been looking for the Ichigo for two week before we meet(-) I had not been looking for the Ichigo for two week before we meet

(?) Had I been looking for the Ichigo for two week before we meet?

C. TIME SIGNAL

1. When

Ex: I finished my dinner, Peter had been

12. FUTURE PERFECT TENSES*Rumus:1. Positif (+): S+will/shall+have+V3+O2. negatif (-) : S+will/shall+not+have+V3+O3. Introgatif (?): Will/shall+S+have+V3+O

*Example:1. (+) She will have written his lesson by time he go out(-) She will not have written his lesson by time he go out(?) Will she have written his lesson by time he go out?2. (+) The game will finished by the time he get three

(-) The game will not finished by the time he get three

(?) Will the game finished by the time he get three?

3. (+) I shall have written a letter by eight o’clock tomorrow

(-) I shall not have written a letter by eight o’clock tomorrow

(?) Shall I have written a letter by eight o’clock tomorrow?

4. (+) We shall have played a basketball when he came

(-) We shall not have played a basketball when he came

(?) Shall we have played a basketball when he came?

5. (+) When my uncle comes tomorrow, my grandmother will have left my house

(-) When my uncle comes tomorrow, my grandmother will not have left my house

(?) When my uncle comes tomorrow, will my grandmother have left my house?

B. FUNGSI FUTURE PERFECT TENSESa. Digunakan untuk menyatakan suatu perbutan yang akan selesai, Sebelum waktu yang lain dimasa mendatang.Ex: (+) By next week he will have read this book(-) By next week he will not have read this book(?) Will by next week he have read trhis book?

b. Juga digunakan untuk menyatakan suatu peristiwa akn selesai sebelum perbuatan lain, dimasa yang akan datang.

Ex: (+) When I comes, my uncle will have left my house

(-) When I comes,my uncle will not have left my house

(?) Will when I comes,my uncle have left my house?

C.TIME SIGNAL1. By the end ofEx: John will have done his work by the end of this week2. By nextEx: By next week he will have read this book

13. FUTURE PERFECT CONTINOUS TENSES*Rumus:1. Positif (+): S+shall/will+have+been+Ving+O2. Negatif (-): S+shall+will+not+have+been+Ving+O3. Introgatif (?):Shall/will+S+have+been+Ving+O

*Example:1. (+) I shall have been writing a letter at this time tomorrow(-) I shall not have been writing a letter at this time tomorrow(?) Shall I have been writing a letter at this time tomorrow?2. (+) By next fast day I shall have been teaching here six mounths

(-) By next fast day I shall not have been teaching here six mounths

(?) By next fast day shall I have been teaching here six mounths?

3. (+) Next moon Hevy will have been studying here for two years

(-) Next moon Hevy will not have been studying here for two years

(?) Next moon will Hevy have been studying here for two years?

4. (+) Next week Bu Yusni will have been teaching at SMK IMMAMUEL 2 school for one years

(-) Next week Bu Yusni will not have been teaching at SMK IMMANUEL 2 school for one year

(?) Next week will Bu Yusni have been teaching at SMK IMMANUEL 2 school for one year?

5. (+) He will have been working in the office at this time tomorrow

(-) He will not have been working in the office at this time tomorrow

(?) Will he have been working in the office at this time tomorrow?

B. FUNGSI FUTURE PERFECT CONTINOUS TENSESa. Digunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang sudah dikerakan pada masa yang lampau,dan masih berlangsung pada waktu tertentu dimasa yang akan datang.Ex: By the end of this year we shall have been studying Jerman for five year

C. TIME SIGNAL1. By the end of this yearEx: by the end of this year we shall have been studying Jerman for four year2. By the end of this monthEx: By the end of this month, I shall have been working in this office for five years

14. FUTURE PAST CONTINOUS TENSES*Rumus:1. Positif (+): S+should/would+be+Ving+O2. Negatif (-): S+should/would+not+be+V.ing+O3. Introgatif (?): Should/would+S+be+V.ing+O

*Example:1. (+) I should be finishing this home work at this time following week(-) I should not be finishing this home work at this time following week(?) Should I be finishing this home work at this time following week?2. (+) We should be going to beach the following week

(-) We should not be going to beach the following week

(?) Should we be going to beach the following week?

3. (+) He would be flag ceremony at this time the following day

(-) He would not be flag ceremony at this time the following day

(?) Would he be flag ceremony at this time the following day?

4. (+) She would be finishing this job at this time following moon

(-) She would not be finishing this job at this time following moon

(?) Would she be finishing this job at this time following moon?

5. (+) They would be having examination at this time the following year

(-) They would not be having examination at this time the following year

(?) Would they be having examination at this time the following year?

B. FUNGSI FUTURE PAST CONTINOUS TENSESDigunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang akan sedang dilakukan pada masa yang lampau.Ex: I should be taking an examination at this time the following day

C. TIME SIGNALLast weekEx: At six o’clock last week, I should be buying in this supermarket

15. FUTURE PAST PERFECT TENSES*Rumus:1. Positif (+): S+should/would+have+V2+O2. Negatif (-): S+should/would+not+have+V2+O3. Introgatif (?): Should/would+S+not+have+V2+O

*Example:1. (+) I should have paif if I had come here(-) I should not have paif if I had come here(?) Should I have paif if I had come here?2. (+) He would have sucses if he had worked here

(-) He would not have sucses if he had worked here

(?) Would he have sucses if he had worked here?

3. (+) She would have graduated if she had studied hard

(-) She would not have graduated if she had studied hard

(?) Would she have graduated if she had studied hard?

4. (+) I hoped that you would have married before you worked here

(-) I hoped not that you would have married before you worked here

(?) Would I hoped that you have married before you worked here?

5. (+) I hoped that you would have paif before you come here

(-) I hoped not that you would have paif before you come here

(?) Would I hoped that you have paif before you come hare?

B. FUNGSI FUTURE PAST PERFECT TENSESDigunakan untuk menyatakan suatu pengandaian yang tidak mungkin terjadi karena syarat yang tidak terpenuhi, namun hanya sebagai bayangan saja.Ex: (+) He would have graduated if he had studied hard(-) He would not have graduated if he had studied hard(?) Would he have graduated if he had studied hard?

C. TIME SIGNAL1. If he had studied hardEx: They would have graduated if they had studied hard

16. FUTURE PAST PERFECT CONTINOUS TENSES*Rumus:1. Positif (+): S+should/would+have+been+V.ing+O2. Negatif (-): S+should/would+not+have+been+V.ing+O3. Inttrogatif (?): Should/would+S+have+been+V.ing+O

*Example:1. (+) By last Febuary I should have been working this restaurant for one year(-) By last Febuary I should not have been working this restaurant for one year(?) should by last Febuary I have been working this restaurant for one year?2. (+) By last July we should have been studying this school for three years

(-) By last July we should not have been studying this school for three year

(?) Should by last July we have been studying this school for three years?

3. (+) By last fast day he would have been living this apartement for five years

(-) By last fast day he would not have been living this apartement for five years

(?) Would by last fast day he have been living this apartement for five years?

4. (+) She would have been teaching English for one years by last Friday

(-) She would not have been teaching English for one years by last Friday

(?) Would she have been teaching English for one years by last Friday?

5. (+) The magazine would have been red by Anis

(-) The magazine would not have been red by Anis

(?) Would the magazine have been red by Anis?

B. FUNGSI FUTURE PAST PERFECT TENSESDigunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang sudah sedang berlangsung pada waktu yang lampau.Ex: (+) By last Christmas I should have been working in that office for five years(-) By last Christmas I should not have been working in that office for five years(?) Should by last Christmas I have been working in that office for five years?

C. TIME SIGNAL1. By the end of this weekEx: By the ed of this week, I should have come here2. By the end of this mounthEx: By the end of this mounth, He would have graduated studied

PENGERTIAN DAN FUNGSI FENOMENOLOGI DALAM KAJIAN AGAMA DAN STUDI ISLAM

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah 
     Mengkaji fenomena keagamaan berarti mempelajari perilaku manusia dalam  kehidupannya beragama. Ilmu pengetahuan social dengan caranya masing masing, atau metode, teknik, dan peralatannya, dapat mengamati dengan cermat perilaku manusia itu, sehingga dimungkinkan ditemukannya segala unsur yang menjadi komponen terjadinya perilaku itu, juga “makna terdalam dan substansi sejati” yang tersembunyi dibalik gejala tersebut. Hal ini sudah barang tentu berlaku juga untuk semua fenomena keberagamaan (religious phenomenon) manusia.
Fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Ilmu fenomenologi dalam filsafat biasa dihubungkan dengan Ilmu Hermeneutik, yaitu ilmu yang mempelajari arti dari pada fenomenologi.
Secara harfiah, fenomenologi fenomenalisme adalah aliran atau paham yang menganggap bahwa fenomenalisme (gejala) adalah sumber pengetahuan dan kebenaran. Seorang fenomenalisme suku melihat suatu gejala tertentu dengan ahli ilmu positif yang mengumpulkan data, mencari korelasi dan fungsi, serta membuat hukum-hukum dan teori. 
Salah seorang tokoh fenomenologi adalah Endmund Husserl (1859-1938), ia selalu berupaya ingin mendekati realitas tidak melalui argumen-argumen, konsep-konsep, atau teori ilmu, kembali kepada benda-benda itu sendiri merupakan inti dari pendekatan yang dipakai untuk mendeskripsikan realitas menurut apa adanya.
Setiap obyek memiliki hakikat, dan itu berbicara kepada kita jika kita membuka diri kepada gejala-gejala yang kita terima. Fenomenologi banyak diterapkan dalam epistemology, psikologi, antropologi dan studi-studi keagamaaan (kajian atas Kitab Suci).
B.     Rumusan Masalah 
      1.      Pengertian Fenomenologi 
      2.      Posisi Fenomenologi dalam Kajian Agama dan studi Islam 
      3.      Fungsi fenomenologi

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Fenomenologi
      Istilah fenomenologi berasal dari bahasa Yunani phainomen dari phainesthai /phainomai/phainein yang berarti menampakkan atau memperlihatkan.[1] Dan terbentuk dari akar kata fantasi, fantom dan fosfor yang artinya sinar atau cahaya. Dari kata itu terbentuk kata kerja tampak, terlihat karena bercahaya. Dalam bahasa Indonesia sering dipakai dalam istilah gejala yaitu suatu hal yang tidak nyata dan semu, kebalikan kenyataan, juga dapat diartikan sebagai ungkapan kejadian yang dapat diamati lewat indra. Atau secara harfiah fenomena dapat di artikan sebagai suatu gejalah atau sesuatu yang menampakkan. Fenomenologi juga di artikan ilmu pengetahuan (logos) tentang apa yang tampak (phainomenon).
Lebih lanjut dijelaskan bahwa fenomena dipandang dari 2 sudut. Pertama, fenomena selalu “menunjuk ke luar” atau berhubungan dengan realitas di luar pikiran. Kedua, fenomena di pandang dari sudut kesadaran kita, karena selalu berada dalam kesadaran kita. Maka dalam memandang fenomena harus terlebih dahulu melihat “penyaringan” atau ratio, sehingga mendapatkan kesadaran yang murni. Fenomenologi menghendaki ilmu pengetahuan secara sadar mengarahkan untuk memperhatikan contoh tertentu tanpa prasangka teoritis lewat pengalaman yang berbeda.
Kant dan Fries mempergunakan istilah fenomenologi sebagai pelajaran filsafat yang memusatkan perhatiannya pada gejala-gejala.[2] Sedangkan fenomenologi secara terminologi dapat didefinisikan dengan suatu disiplin ilmu yang mencoba mengkaji realitas yang memiliki objek dunia atau benda, dimana tidak ada hal tanpa hal lain. Benda biasa dilihat sebagai suatu objek yang dapat dilihat, dipegang, diraba, atau didengar. Identik dengan dirinya sendiri dan berada dalam ruang yang kemudian muncul sebagai hal yang terjadi dalam suatu waktu.[3]
Fenomenologi memberi tekanan pada keperluan melukiskan gejala-gejala tanpa prasangka. Istilah fenomenologi dipakai untuk pertama kali oleh J.H. Lambert (1728-1777), yang menyebut fenomenologi sebagai sebuah penyelidikan kritis mengenai hubungan antara sesuatu yang lepas dari pertimbangan dan sesuatu sebagai akibat pengalaman kita.
Dari beberapa pengertian di atas, jelas bahwa Fenomenologi Agama merupakan cabang Ilmu Agama yang mengkaji fenomena keagamaan secara sistematis bukan historis sebagaimana sejarah agama.
B. Posisi Fenomenologi dalam kajian Agama dan Studi Islam
Fenomenologi Husserl dijadikan sebagai landasan dalam fenomenologi agama. Fenomenologi agama menjadikan agama sebagai objek studi menurut apa adanya. Atau dengan kata lain, ia menjelaskan fenomena keagamaan sebagai yang ditunjukkan oleh agama itu sendiri. Dalam hal ini kaum fenomenolog agama mencegah sikap memandang fenomena keagamaan itu menurut visi mereka sendiri.
Tujuan fenomenologi agama adalah mengkaji dan kemudian mengerti pola atau struktur agama atau menemukan esensi agama di balik manifestasinya yang beragam atau memahami sifat-sifat yang unik pada fenomena keagamaan serta untuk memahami peranan agama dalam sejarah dan budaya manusia.
Pendekatan fenomenologi dalam studi agama muncul sebagai reaksi terhadap beberapa pendekatan sebelumnya, yaitu:
1. Pendekatan teologi yang normatif (atau sebut saja: teologis-normatif). Dalam mengkaji tradisi agama, pendekatan ini digunakan untuk menghasilkan dan menyumbangkan pemahaman yang lebih baik mengenai dunia agama. Sehingga menjadikan agama tertentu (terutama agamanya sendiri) sebagai agama yang benar, sementara agama lain salah.
2. Pendekatan reduksionis. Pendekatan ini melihat agama lebih sebagai fakta-fakta intelektual, emosional, psikologis dan sosiologis. Di sini agama diselidiki melalui beberapa disiplin di luar ilmu agama (teologi). Ilmu-ilmu ini dalam melihat agama (termasuk persoalan ketuhanan) menghasilkan beberapa kesimpulan, misalnya ia sebagai pemerasan  ekonomis (Marx), frustasi jiwa manusia (Feuerbach), suatu fase manusia dalam keadaan keterbelakangan (Comte), dan lain-lain. Ketika mencari asal-usul agama, ahli sosiologi agama memulai kerjanya dalam masyarakat yang paling “primitif”. Melalui penelitian terhadap masyarakat yang paling “awal/primitif” itu diharapkan diperoleh pemahaman mengenai proses perkembangan agama sepanjang sejarah.
            Fokus utama fenomenologi agama adalah aspek pengalaman keagamaan, dengan mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena keagamaan secara konsisten dalam orientasi keimanan atau kepercayaan objek yang diteliti. Pendekatan ini melihat agama sebagai komponen yang berbeda dan dikaji secara hati-hati berdasarkan sebuah tradisi keagamaan untuk mendapatkan pemahaman di dalamnya. Fenomenologi agama muncul dalam upaya untuk menghindari pendekatan-pendekatan yang sempit, etnosentris dan normatif dengan berupaya mendeskripsikan pengalaman-pengalaman agama dengan akurat.[4]
C. Fungsi Fenomenologi
Berikut ini fungsi dari fenomenologi :
a. Sebagai pembelajaran dalam keagamaan. Dengan memahami tentang fenomenologi, seseorang di mungkinkan dapat memahami hakikat keberagamaan secara mendalam. Di karenakan, fenomenologi itu mengajarkan tentang fenomena-fenomena yang terjadi terhadap keagamaan khususnya agama Islam .
b. Sebagai konstruksi taksonomis untuk mengklasifikasikan fenomena dengan melintasi batas-batas komunitas agama, budaya, dan zaman. Pokok dari aktivitas ini adalah mencari struktur pengalaman keagamaan dan keluasan prinsip-prinsip yang tampak mengoperasikan bentuk perwujudan keberagamaan manusia secara keseluruhan.
c. Fenomenologi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan secara sadar mengarahkan untuk memperhatikan contoh tertentu tanpa prasangka teoritis lewat pengalaman-pengalaman yang berbeda dan bukan lewat koleksi data  yang besar untuk suatu koleksi umum diluar substansi sesungguhnya, dan tanpa berkontaminasi kecenderungan psikologisme dan naturalisme.
d.  Sebagai wadah untuk berfikir kritis dalam menanggapi fenomena keberagamaan.
 e. Berfungsi untuk mengungkapkan atau mendeskripsikan makna sebagaimana yang ada dalam data (gejala) dalam bentuk kegiatan-kegiatan, tradisi-tradisi, dan simbol keagamaan.
f. berfungsi untuk memahami pemikiran, tingkah laku, dan lembaga-lembaga keagamaan tanpa mengikuti salah satu teori filsafat, teologi, metafisika, ataupun psikologi untuk memahami islam. Karena pada dasarnya semua ciptaan Tuhan itu mengagungkan kebesaran-Nya dengan caranya masing-masing. Jadi, semua yang ada di alam ini bisa dilihat dengan kacamata agama untuk mengantarkan pada pemahaman terhadap Yang Maha Esa.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Fenomenologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala yang nampak. Jelas bahwa Fenomenologi Agama merupakan cabang Ilmu Agama yang mengkaji fenomena keagamaan secara sistematis bukan historis sebagaimana sejarah agama.
Posisi fenomenologi dalam kajian Agama dan Studi Islam adalah mengkaji dan kemudian mengerti pola atau struktur agama atau menemukan esensi agama di balik manifestasinya yang beragam atau memahami sifat-sifat yang unik pada fenomena keagamaan serta untuk memahami peranan agama dalam sejarah dan budaya manusia.
            Fungsi dari fenomenologi adalah Sebagai pembelajaran dalam keagamaan. Dengan memahami tentang fenomenologi, seseorang di mungkinkan dapat memahami hakikat keberagamaan secara mendalam. Di karenakan, fenomenologi itu mengajarkan tentang fenomena-fenomena yang terjadi terhadap keagamaan khususnya agama Islam.
B. Penutup
            Demikian makalah yang kami buat. Apabila terdapat kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja kami mohon maaf. Kritik dan saran yang membangun sangat kami butuhkan untuk lebih baiknya makalah yamg kami buat selanjutnya. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.






[1] Save M. Dagun, Filsafat Eksistensialisme (Jakarta : Rineka Cipta, 1990 ). Cet. 1. 37
[2] Syamsudin Abdullah, dkk. Fenomenologi Agama, (Jakarta: Depag RI, 1984), hlm. 1
[3] M. A. W. Brouwer, Alam Manusia dalam Fenomenologi, (Jakarta: Kanisius, 1995), hlm. 6
[4] http://en. wikipidia.org/phenomenology of religion, dikutip 6 Januari 2011.

Puncak Natas Angin; Puncak dengan Jalur yang istimewa

Setelah beberapa lama merindukan angin malam diatas ketinggian, kali ini aku punya kesempatan untuk menakhlukan Puncak Natas angin bersama ...